Rabu, 10 Desember 2008

Mission accomplished





1st edition

Bandara King Abdul Aziz Jeddah, menjelang tengah malam di Januari 2007.

Saya menyandarkan diri ke bangku panjang di ruang tunggu. Menunggu pesawat yang akan membawa kembali ke tanah air. Ruang tunggu sangat ramai, penuh jamaah haji dari berbagai negara. Suasana santai, ada yang tidur-tiduran, ngobrol atau ngemil. Akhirnya selesai juga perjalanan ini. “Mission accomplished” bisik saya pada istri di samping. (Belakangan harus saya ralat. Mestinya “The adventure will be continued”. Dalam penerbangan pulang, pesawat kami dihadang cuaca buruk sebagaimana telah diumumkan pilot sebelumnya. Pesawat terguncang-guncang. Berkali-kali. Bermenit-menit. Di tengah tragedy Adam air yang lamat-lamat beritanya sampai ke kami, tentu ini suatu ketegangan tersendiri…)

Tiga minggu kami telah mengalami berbagai hal. Dengan tekad “Menjadikan setiap perjalanan petualangan yang mengesankan” (tentu saja di samping pahala juga), kami telah memperoleh lebih dari yang kami harap: ‘Lost in Arafah’. ‘Transportation teror’ di Mina. Rendezvous di Mekah. Tragedi handphone. Dll. Plus bonus: setelah 10 tahun perkawinan, pergi berdua saja dengan pasanganmu untuk jangka waktu yang lama, niscaya akan memberimu pengalaman berbeda. You should try it, guys !


Ya, tiga minggu lalu kami tiba di bandara ini dengan suasana jauh berbeda. Letih karena penerbangan non stop 9 jam dari Jakarta. Tegang karena inilah “when dream come true”. Sebagaimana umat Islam lain, kami telah mengidam-idamkan perjalanan ini begitu lama. Kami agak terkejut ketika mendapati bandara kelas internasional ini begitu bersahaja. Lantai semen dengan bangku-bangku keras. Kami digiring, berjajar-jajar, dari satu pemeriksaan ke pemeriksaan lain. Imigrasi dan semacamnya. Saya sempat berpikir, wah kok kita seperti tawanan ya ? (Info yang saya bahwa memang lokasi tsb khusus untuk penerimaan jamaah haji. Mungkin karena saking banyaknya jamaah haji, semua fasilitas dibuat sederhana).Petugas dari Arab sebagian berlaku ramah dan mencoba mengajak kami bertegur sapa. Tapi lebih banyak lagi yang menatap kami dengan tajam, terutama kepada jamaah wanita kami, membuat kami jengah....(bersambung)

Tidak ada komentar: